Written by 3:57 pm Berita Teknologi, Internasional, Trending

Kecerdasan buatan dengan akurasi tinggi mengubah sinyal otak menjadi video!

Wow, ada penelitian yang luar biasa menarik yang baru dipublikasikan oleh Nature. Kini, teknologi k…

Wow, ada penelitian yang luar biasa menarik yang baru dipublikasikan oleh Nature. Kini, teknologi kecerdasan buatan (AI) mampu menerjemahkan sinyal otak menjadi video dengan akurasi yang sangat tinggi. Model AI bernama CEBRA ini dikembangkan oleh para ilmuwan dari École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL). Penemuan ini memiliki potensi besar untuk merevolusi pemahaman kita tentang otak menggunakan teknologi AI.

Desain Study

Penelitian ini dilakukan dengan memasukkan data dari otak tikus dan video untuk memprediksi gerakan zebra. Para ilmuwan merekam aktivitas otak tikus menggunakan probe elektroda yang dimasukkan ke dalam wilayah korteks visualnya. Mereka juga menggunakan probe optik pada tikus-tikus yang dimodifikasi secara genetik. Otak tikus tersebut dirancang agar menyala hijau saat aktif dan mentransmisikan informasi.

CEBRA AI mampu dengan akurat memprediksi video gerakan zebra.

Para peneliti menggunakan aktivitas otak tikus saat menonton film secara real-time untuk melatih CEBRA. Dengan bantuan informasi ini, CEBRA menemukan impuls otak mana yang sesuai dengan setiap frame film. Dengan pengetahuan ini, saat tikus menonton sampel klip film yang sedikit berbeda, sistem pembelajaran mesin tersebut mendapatkan aktivitas otak baru yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Para peneliti membuat film dari data baru ini, sehingga CEBRA dapat menebak frame yang sedang ditonton oleh tikus secara real-time. Rekaman ulang ini hampir identik dengan klip film aslinya.

Hasilnya

Dalam sebuah penelitian terobosan yang diterbitkan oleh jurnal ilmiah Nature, kini kecerdasan buatan (AI) dapat menerjemahkan sinyal otak menjadi video dengan akurasi yang signifikan. Model AI yang dinamakan CEBRA, dikembangkan oleh ilmuwan dari École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL). Temuan ini memiliki potensi besar dan dapat merevolusi pemahaman kita tentang otak menggunakan teknologi AI.

Dalam penelitian ini, ilmuwan merekam aktivitas otak tikus saat menonton video gerakan zebra dengan menggunakan probe elektroda yang dimasukkan ke wilayah korteks visual tikus. Mereka juga menggunakan probe optik pada tikus yang dimodifikasi secara genetik sehingga dapat memancarkan cahaya hijau saat terjadi aktivitas. Dari informasi ini, CEBRA berhasil mempelajari impuls otak yang sesuai dengan frame film. Setelah itu, tikus diberi tayangan yang berbeda dan CEBRA mencoba menebak frame yang sedang ditonton oleh tikus dengan informasi otak baru yang belum pernah dilihat sebelumnya. Hasil rekonstruksi film yang dibuat oleh peneliti hampir identik dengan film asli.

Temuan ini bukanlah yang pertama kali digunakan oleh ilmuwan untuk membuat gambar dari impuls otak. Pada bulan lalu, peneliti di Universitas Osaka di Jepang berhasil merekonstruksi gambar yang sangat akurat dan berkualitas tinggi dari aktivitas otak menggunakan model difusi stabil yang sudah terkenal.

Potensi dari CEBRA

Dengan teknologi AI CEBRA yang baru dikembangkan, sinyal otak dapat diubah menjadi video dengan akurasi yang tinggi. Penemuan ini dapat membantu para peneliti mempelajari bagaimana otak memproses informasi visual dan membuka peluang besar untuk penemuan-penemuan baru dalam neurosains. Dalam waktu dekat, teknologi ini juga dapat membantu orang yang mengalami penyakit saraf motorik atau kelumpuhan untuk mengendalikan mesin hanya dengan berpikir saja. Selain itu, teknologi ini dapat memberikan wawasan baru dalam studi penyakit otak seperti epilepsi, penyakit Parkinson, dan Alzheimer.

Masa Depan CEBRA

Pengembangan CEBRA dan kemampuannya dalam menerjemahkan sinyal otak menjadi video dengan akurasi yang tinggi merupakan pencapaian luar biasa dalam teknologi AI. Teknologi ini akan merubah pendekatan kita dalam studi otak dan membuka peluang besar dalam penelitian di masa depan yang dapat membawa kemajuan dalam bidang kedokteran dan ilmu pengetahuan.

Ref: analyticsvidhya.com

(Visited 1 times, 1 visits today)
Subscribe to my email list and stay up-to-date!
Close